Tampilkan postingan dengan label KuliahBunsay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KuliahBunsay. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2018

Keep Notes

0

Alhamdulillah sejauh ini, aku suka dengan aplikasi note ini. Keep notes namanya. Aplikasi ini bawaan dari handphone. Awalnya aku donlot note lain tapi kurang asik. Nah aku justru telat tau kalo dihandpone ini juga udah ada notenya. Hehe.. kemane aje ye..

Nah, aku suka krn bisa difolderin dengan lebel nama. Ada pinnednya juga untuk notes yg penting penting. Notenya juga bisa dikasih warna warna. Kalo ada link bis langsung diopen tanpa perlu dicopas ke browser. Bisa diarchive juga. Pokoknya aku suka sama notes ini 😊

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Rabu, 07 November 2018

Pinterest

0

Nah ini aplikasi yang sering bikin tenggelam emak, wkwkw.. buka ini makin lama makin asik dan bikin banyak ide buat bebikinan tapi saking banyaknya sampe bingung dan gak kebikin bikin. haha.. ini yang parah.

Ya emang semuanya seperlunya aja yak, klo kebanyakan malah bikin gumoh.

Disini kita bisa pilih apa yg jadi interest kita. Mulai dari jait menjait, diy, buku, dekor, anak, dll. Dan feeds yg keluar ya yg jd interest kita. Asik kan. Aplikasi ini mah udh terkenal banget sama ibu ibu milenial.

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Jumat, 05 Oktober 2018

Pendidikan Fitrah Seksualitas oleh Single Mom

1

Pada tulisan kali ini, aku meresume tentang presentasi kelompok terakhir tentang pendidikan fitrah seksualitas oleh single mom.

Menjadi single mom adalah tantangan sekaligus keuntungan besar jika dipahami secara mendalam. Dikatakan keuntungan karena di sana terbentang amal yang sangat luas, karena seorang single mom juga harus mampu berperan sebagai ayah bagi anak-anaknya, dan dikatakan sebagai tantangan karena seorang ibu harus benar-benar mampu bertabah hati menghadapi segala keadaan yang kurang mengenakkan.

Dalam sejarah telah tercatat bahwa nama-nama besar tokoh intelektual Muslim justru hadir dari binaan seorang ibu sendiri. Sebut saja Imam Syafi’i dan Imam Bukhori. Keduanya menjadi ulama besar hingga kini justru karena dididik seorang diri oleh seorang ibu yang punya keteguhan keyakinan dan ketabahan dalam menghadapi penderitaan.

Single mom ini berarti tidak ada kehadiran seorang ayah untuk anak, padahal sudah jelas sekali bahwa mutlak dibutuhkan figur seorang ayah dalam mendidik anak-anak.

Figur ayah sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis :

Figur Seksual. Figur ini sangat dibutuhkan anak dan tidak tergantikan, figur yang bertanggung jawab untuk menumbuhkan fitrah seksual pada anak, memiliki tugas utama untuk memberi pengetahuan dan pengalaman kepada anak seputar seksualitas.

Figur gender. Fitrahnya, setiap manusia memiliki dua sisi gender, yaitu maskulin dan feminin. Baik pria maupun wanita, masing-masing memiliki kemaskulinan dan kefeminimannya masing-masing. Tidak seperti figur seksual yang tak tergantikan dan harus diwakili oleh sosok pria dewasa, figur gender dapat diwakili oleh ibu.

Ibu dapat menunjukkan sisi maskulinitasnya dengan cara mencontohkan anak untuk bertanggung jawab, mencari nafkah, menjadi tulang punggung, membuat keputusan dan lain-lain, untuk memenuhi kebutuhan anak akan sosok maskulin.

Meskipun single parent, single mom, tapi bukan berarti anak-anak tidak bisa tumbuh normal dan bahagia. Tentu ada yang bisa single mom lakukan demi masa depan cerah ceria anak-anak.

Pertama, Jika ayah biologis tidak ada, ibu bisa menghadirkan sosok ayah untuk anak-anak dengan mencari sosok laki-laki dewasa yang bisa memberikan perlindungan kepada anak. Siapapun itu: kakek, om, kakak, tetangga, ustadz, pak guru, dll dsb. Sosok ini nantinya yang akan bertanggung jawab untuk menjadi figur seksual dan gender untuk memenuhi kebutuhan anak akan kedua figur tersebut.

Bukankah Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya teladan dan beliau adalah seorang anak yatim? Yang perlu digarisbawahi pada pengasuhan Nabi Muhammad saw. adalah tentang beliau yang tidak pernah kehilangan sosok ayah. Saat ayahandanya meninggal, sosok ayah digantikan oleh kakek tercinta, Abdul Muthalib. Lalu, saat sang kakek meninggal, sosok ayah diperankan oleh paman tersayang, Abu Thalib.

Namun, jika memang masih ada ayah bioligis, akan lebih baik jika anak bisa mendapatkan sosok ayah dari ayahnya sendiri. Maka, untuk para single moms, sebaiknya menjalin hubungan baik dengan mantan suami demi pengasuhan anak.

Kedua, Ibu bisa menjadi role model bagi maskulinitas yang bisa ditiru oleh anak-anak kita. Yaitu dengan cara mencontohkan anak untuk bertanggung jawab, mencari nafkah, menjadi tulang punggung, membuat keputusan dan lain-lain, untuk memenuhi kebutuhan anak akan sosok maskulin.

Ketiga, yang terpenting adalah adanya rasa pengakuan dan penerimaan bahwa kehidupan ibu dan anak-anak tidak ideal. Mungkin tidak seperti keluarga lain yang tinggal dalam satu atap dengan anggota keluarga yang lengkap. Tidak ideal, tapi bukan berarti buruk dan tidak bisa bahagia. Ingat ibu, ambillah keputusan yang konsekuensi paling mampu ibu jalani. Jangan memilih jalan yang dirasa tidak mampu ibu lewati. Berikan kasih sayang sebanyak mungkin, dengarkan saat anak bercerita, buat suasana aman nyaman, berikan anak pujian saat benar dan kritikan membangun saat salah, buatlah jadwal kegiatan bersama, dan yang paling penting dari semua ikhtiar adalah berdoa kepada Alloh, dan pasrah dengan hasil terbaik dari Alloh.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Pertanyaan Kritis Anak Tentang Fitrah Seksualitas

1

Anak adalah makhluk dengan rasa ingin tau yang tinggi. Pada resume kali ini tentang fitrah seksualitas, aku akan lebih menekankan pada pertanyaan-pertanyaan anak seputar seksuakitas.

Nah, ada 6 langkah mentikapi pertanyaan kritis anak, yaitu :
1. Suaabaarr
2. Kesiapan
3. Menyepakati aturan main. Ktk lg ada acara besar, dia bisa bertanya atau membahasnya di rumah kl hal2 tsb menyangkut sensitif ya mak spt pertanyaan terkait fitrah seksualitas
4. Jangan menunjukkan respon negatif. Positif dl maak, jgn parno duluan krn mgkn tidak ada maksud apa2 di balik pertanyaannya.
5. Dengarkan baik2
6. Arahkan pd penemuan jawaban

InsyaAllah dari sikap positif yang diberikan, akan berdampak positif pada diri anak seperti :
1. Rasa ingin tahu anak berkembang
2. Tumbuh mjd pribadi yg PD
3. Ketajaman berpikir terasah
4. Anak memperoleh kesempatan menambah wawasan baru

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Fitrah Seksualitas dan Reproduksi Sehat

1

Pada resume kali ini aku akan khususkan pada kesehatan reproduksi. Sebagai orang tua yang notabennya adalah orang terdekat dari anak kita, maka penting sekali kita memahami tentang kesehatan organ reproduksi. Jadi anak-anak gak cuma tau dari guru biologinya aja ketika disekolah. Namun sudah lebih tau dari kita, orang tuanya.

Mengapa Orang tua Harus Memahami Kesehatan Reproduksi?

-Terkadang, orang tua menganggap pembicaraan seksualitas dengan anaknya merupakan hal yang tabu atau tidak pantas dibicarakan. 🚫

- Masa balita merupakan masa di mana anak memiliki rasa keingintahuan yang tingg termasuk hal seksualitas dan kesehatan reproduksi 👶

- Orangtua perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi agar dapat menjawab, menanggapi, dan bersikap terhadap berbagai macam pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan ini.

Mengenalkan alat reproduksi kepada anak juga dengan penamaan yang jelas seperti vagina untuk perempuan dan penis untuk laki-laki. Atau bisa juga menggunakan istilah seperti kemaluan atau kelamin.

Sejak lahir, orang tuanyalah yang membersihkan kotoran anak, oleh karenanya kita mestilah tau tentang cara memersihkannya dengan benar. Juga tentang najis dan cara mensucikannya.

Cara membersihkan alat kelamin wanita dan laki-laki yang benar yaitu:

Membersihkan kelamin wanita
Anak:
- arah cebok dari depan ke belakang agar bakteri tidak masuk ke dalam organ intim sehingga dapat menyebabkan infeksi
- bersihkan selangkangan
- keringkan area kewanitaan dengan tisu sekali pakai atau handuk kering
- cuci tangan saat akan keluar toilet

Remaja :
- idem dgn anak, tambahkan pengingat untuk mengganti pembalut jika sdh haid

Membersihkan kelamin laki2:
Bayi/anak  :
- bersihkan lipatan dibawah buah zakar
- Bersihkan penis dengan menarik kulup ke arah pangkal penis secara perlahan, bersihkan pula lemak (smegma) yg keluar dr kulup
- bersihkan selangkangan
- bersihkan bokong dr arah depan ke belakang

Untuk laki-laki kita juga mengenal sunat. Sunat adalah salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi.
sunat atau khitan (Arab, الختان) atau memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar kemaluan laki-laki yang bertujuan untuk mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Sabtu, 29 September 2018

Menanamkan Fitrah Seksualitas Anak dengan Kegiatan Bermain

1

Alhamdulillah kelompok kami akhirnya presentasi juga :D 

Dalam tema khusus kelompok kami mengangkat tentang fitrah seksualitas pada anak dengan bermain.

Untuk dapat masuk ke dunia anak dan mengajarkan seksualitas, orangtua disarankan masuk ke dunia yang paling dikenal oleh anak.

Dunia itu adalah dunia bermain.

Saat ini, anak masih membutuhkan penjelasan secara konkret atau nyata. Dunia bermain dapat memberikan pemahaman secara konkret pada anak.

Jika kita masuk ke toko mainan, maka biasanya kita akan mendapati pemisahan lorong untuk mainan anak laki-laki dan mainan anak perempuan. Begitu pula di kehidupan sosial kita. Ada kecenderungan penggunaan warna yang berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan. Biru untuk laki-laki dan pink untuk perempuan. Bagi sebagian orang, mungkin tidak sepenuhnya sepakat dengan hal tersebut. Namun pemisahan itu sudah menjadi hal yang sangat wajar di kehidupan sehari-hari. Apakah merupakan produk bawaan (nature) atau karena pola asuh (nurture)? Apakah anak-anak secara alami atau punya bawaan untuk memilih objek tertentu ataukah  karena pengaruh pola asuh dari orangtuanya yang memengaruhi anak di awal kehidupannya?

Sebuah studi menunjukkan bahwa ketertarikan berdasarkan gender sudah ada bahkan sebelum bayi bisa merangkak.

Ketika diperlihatkan pada tujuh macam mainan, bayi laki-laki berusia 9 bulan spontan mengambil mobil-mobilan, bola, serta mainan penggali pasir, dan cuek pada boneka beruang dan peralatan memasak. Bagaimana dengan para bayi perempuan? Pada usia yang sama, mereka juga lebih tertarik pada boneka, sayuran plastik, serta miniatur satu set cangkir.

Sara Amalie Thommessen, (dari City University, London, Inggris) menyimpulkan bahwa anak laki-laki lebih menyukai mainan yang bergerak, sedangkan anak perempuan memilih mainan yang memiliki profil wajah atau mainan yang mendukung naluri mengasuh.

Walter Gilliam, pakar perkembangan anak mengatakan bayi sudah mampu menangkap banyak hal di usianya yang baru 9 bulan.

Ketertarikan pada suatu objek berdasarkan perbedaan gender akan lebih nyata saat anak bertambah besar. Di usia 27 bulan hingga 36 bulan, anak perempuan menghabiskan 50 persen waktu bermainnya untuk main boneka. Sementara itu 87 persen waktunya dihabiskan anak laki-laki untuk main mobil-mobilan dan bola.

Professor Melissa Hines dari Cambridge University berhasil mengidentifikasi perbedaan gender dalam preferensi mainan. Ada beberapa bukti bahwa otak anak laki-laki didesain untuk mengekspresikan minat awal pada permainan kasar dan fisik serta mainan yang bergerak (seperti mobil-mobilan), sementara perempuan memilih boneka dan bermain peran.

Pentingkah memfasilitasi anak dengan mainan sesuai gender? dr. Markus menyatakan bahwa Gender itu penting, namun tidak mutlak dari awal harus dibatasi ini itu, yang pasti tetap perlu diarahkan.

Mengenalkan mainan sesuai gender bisa dimulai sejak usia anak 2 tahun (dr. Markus Danusantosa, SpA.)

Kalau ternyata anak lebih memilih mainan tidak sesuai gender, arahkan cara bermainnya. Misalnya anak perempuan cenderung memilih main mobil-mobilan. Saat anak itu memainkan mobil-mobilan, ambilkan boneka. Ini agar dalam proses permainan ada dua benda berbeda. Seolah-olah kita bandingkan mainan.  Kita tidak perlu kaku membatasi bahwa ini mainan anak laki-laki dan itu mainan anak perempuan. Bisa dengan pengalihan seperti memasukkan unsur feminin pada anak perempuan, atau unsur maskulin untuk anak laki-laki.

Orangtua perlu memperhatikan mainan yang akan diberikan pada anak-anak. Orientasi jangka panjangnya adalah menjaga anak-anak dari perilaku menyimpang. Pemberian mainan edukatif yang tepat sesuai jenis kelamin diharapkan dapat membantu membentuk karakter dan kepribadian anak. Akan lebih baik jika ayah bunda membelikan mainan edukatif yang mengandung nilai-nilai religi.

Gangguan Identitas Gender (GIG), selain karena faktor biologis, juga dapat dipengaruhi oleh pola asuh. Menurut sebuah sumber, hasil wawancara terhadap orang tua yang anaknya mengalami GIG menunjukkan bahwa mereka tidak mencegah, bahkan mendorong perilaku anak ketika memakai baju lawan jenisnya. Banyak orang tua yang merasa lucu ketika anak laki-laki mereka memakai baju atau aksesori wanita, bahkan bermain make-up dan mengajarkan rias. Anak dengan kecenderungan GIG juga cenderung suka memainkan mainan dengan stereotip lawan jenis dan selalu berperan sebagai lawan jenis ketika bermain role play. Di sinilah, arahan dari orang tua sangat diperlukan.

Fakta pada saat ini menunjukkan bahwa jenis mainan anak amatlah banyak. Dan dari jumlah tersebut, jenis-jenis mainan tidak mutlak terbagi untuk gender laki-laki dan perempuan. Ada banyak jenis mainan yang bisa dimainkan bersama, seperti balok, lego, playdoh, rumah-rumahan dengan segala perabotnya, pasir, dan banyak mainan edukatif lain. Hasil pengamatan saya ketika sejumlah anak laki-laki dan perempuan bermain bersama, tetap ada perbedaan kecenderungan mereka dalam memainkan mainan umum tersebut. Misalnya anak laki-laki lebih suka menyusun lego menjadi kendaraan atau bangunan bengkel, sementara anak perempuan lebih suka menyusun istana dan kebun cantik.

Dalam kondisi anak laki-laki dan perempuan bermain bersama, untuk menstimulus kemampuan kognitif dan motorik anak, pemberian mainan tetap dapat bervariasi. Lalu biarkan mereka memainkannya sesuai imajinasi mereka. Pendampingan dan pengarahan dari orang tua berperan dalam menjaga permainan agar tidak menyimpang. Selanjutnya mungkin kita akan mendapati anak-anak laki-laki dan perempuan berada dalam permainan bersama dimana mereka bekerja sama dengan tetap memposisikan diri mereka sesuai gendernya.

Yang perlu diperhatikan sebelum mengajak anak bermain ataupun berkegiatan adalah :

1. Tahapan perkembangan anak

Kenali tahap perkembangan anak saat itu. Ini diperlukan agar orangtua mengetahui cara membangun pemahaman anak sesuai dengan tahap perkembangannya.

2. Gaya belajar anak

Perhatikan gaya belajar yg dominan pada diri anak, kemudian pilih metode dan media yg sesuai agar lebih mudah memahami penjelasan dan materi yg diberikan.

3. Respon dan suasana hati anak

Pastikan kondisi anak prima saat diajak bermain. Perut sudah kenyang, tidak sedang mengantuk, tidak sedang sakit. Karena segala aktifitas yg dilakukan dengan perasaan gembira akan lebih mudah terserap ke dalam pemahaman anak.

Fungsi lain dari bermain yg baru saja ditemukan.

Saat ibu dan ayah bermain dengan anak ternyata dapat membantu membentuk pandangan anak tentang gender, yakni apa itu maskulin dan feminin .

Pengamatan ini didasarkan pada analisis interaksi berupa video yg terekam dari sekitar 80 keluarga yang tinggal di dua kota kecil di Kansas, Amerika Serikat.

Rekaman tersebut berupa 15 menit sesi bermain bersama anak-anak dan 10 menit sesi makan makanan kecil.

Dalam proses bermain tersebut, peneliti menemukan bahwa Ayah cenderung bersikap tegas sedangkan Ibu lebih banyak bertindak laiknya fasilitator yg kooperatif namun juga fleksibel .

Anak-anak dalam keluarga yg sama bisa memiliki pengalaman yg berbeda saat berinteraksi dengan Ayah  atau Ibunya.

"Perbedaan tersebut dapat mengajarkan anak-anak pelajaran tak langsung tentang peran gender dan memperkuat pola perilaku gender yang kemudian mereka bawa ke luar konteks keluarga."

Ide bermain yang bisa dilakukan diantaranya :

1. Permainan tebak laki laki atau perempuan. Jadi, kita suguhkan gambar dimana anak bisa memilih mana gambar laki laki dan perempuan. Selain menebak, bisa juga dideskripsikan ciri anak laki laki dan perempuan dalam berpenampilan. Misal anak perempuan memakai rok atau bandana, rambutnya panjang, pakai pita, dll. Kalau anak laki laki pakai celana.

2. Sentuhan boleh dan tidak boleh
Anak diberikan gambar polos laki laki atau perempuan. Beri stiker atau spidol yg bisa dijadikan tanda untuk menunjukan bagian tubuh yang boleh atau tidak boleh disentuh.

3. Puzzel Anggota Tubuh
Anak diminta untuk menyatukan atau menempelkan bagian tubuh ditempat yang tepat

4. Siapakah mahromku?
Nah, disini kita bisa mengenalkan tentang anggota keluarga. Bisa dibantu dg membuat pohon keluarga. Dipohon keluarga itu, kita bisa mengenalkan mahrom, kerabat, saudara, dll

5. Mainan jadul 'BP BP an'
Kenal sama mainan jadul ini mak? Yap ini mainan memasangkan baju yang biasanya lebih sering dimainkan oleh anak perempuan. Kita bisa pakaikan baju sambil menceritakan bagian tubuh yang harus ditutup. Mak juga bisa gambar sesuka mak. Bisa gambar rok, jilbab, gamis, dll.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Bercerita Cinta

1

Mengikuti presentasi kelompok 7 dikelas membuat aku melayang dimasa depan. Saat anak anak memasuki usia remaja. Usia mengenal dan merasa cinta. Saat beberapa teman bercerita tentang remajanya. Cerita tentang rasa yang entah apa dan belum dikenal sebelumnya. Ah, indah bercerita tentang cinta bersama dia. Saat mendengar ceritanya, mungkin kita juga teringat tentang cerita cinta kita dulu. Malu malu pasti. Tapi hangat.

Aku berharap, akan terus menjadi ibu yang bisa mendengar dan bercerita tentang apapun padanya. Pada malaikat kecil yang nanti beranjak remaja. Cerita tentang cinta sambil menatap lucu wajah malu-malunya.

Ah, indah rasanya.

Kamis, 27 September 2018

Kelekatan pada Ayah Ibu diusia 7-10 tahun

1

Kelompok 4 dalam materi fitrah seksualitas mengkhususkan pembahasannya mengenai hubungan Ayah dan Ibu dengan anak usia 7-10 tahun.

Ternyata usia 7-10 tahun merupakan masa pre akhil baligh 1 dimana tahap ini merupakan tahap penyadaran potensi gender dengan memberikan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya.

Memasuki usia 7-10 tahun anak laki-laki lebih didekatkan dengan ayahnya agar ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris dimana anak laki-laki sudah punya tanggungjawab moral dan adanya perintah sholat. Sedangkan anak perempuan perlu lebih didekatkan kepada ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit.

Pada tahap ini, AYAH menjadi figur idola bagi anak laki laki dan BUNDA menjadi idola bagi anak perempuan.

Kelompok 4 juga memaparkan fenomena fatherless dan motherless yang berakibat buruk bagi anak anak.

Ada 3 dimensi yang bisa dilakukan ayah dalam pengasuhannya, yaitu :

1. Engagement, yaitu interaksi langsung yang dilakukan ayah dengan anaknya dalam konteks merawat, bermain, atau mengisi waktu luang. Misalnya menemani bermain, mengajarkan anak mengendarai sepeda di hari libur, dan aktivitas lainnya.

2. Accesibility, yaitu ketersediaan secara fisik dan psikologis yang ayah berikan pada anak. Misalnya, mengambil raport anak disekolah. Hal ini terkesan hal sederhana, namun berapa banyak ayah yang hadir secara fisik untuk melakukan hal itu?

3. Responsibility, yaitu perawatan dan penjaminan kesejahteraan anaknya. Misalnya, ayah mendukung kebutuhan passion anak yang gemar berenang. Selain itu, ayah juga bisa menyediakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan kesiapan untuk mengakses ke rumah sakit/tempat pengobatan jika ada kondisi darurat. Secara umum, fungsi responsibility inilah yang dilihat sebagai tugas utama ayah yaitu mencari nafkah.

Kegiatan yang pas untuk menumbuhkan kebersamaan antara anak dan orangtua (ayah dengan anak perempuan dan ibu dengan anak laki-laki) diantaranya merapikan dan menghias rumah, berkebun, memasak (hasil kebun bisa digunakan), berbelanja keperluan rumah bersama, olahraga, membuat craft, dll.

Indikator keberhasilan ditahap ini adalah lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, dan anak perempuan kagum dan ingin seperti Ibunya.

Dan ingatlah ayah adalah cinta pertama bagi putrinya. Dan ibu adalah kekasih sejatii bagii putranya.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11

Rabu, 05 September 2018

Anak Singa dan Anak Harimau

0

Yuk kita bobo abang fadihan, udah malem. "Faidhan gak mau bobo mi" katanya. Entah kenapa kadang dia gak mau bobo, mau main aja. Katanya. Jadi malam itu, aku bercerita tentang anak harimau dan anak singa.

Pagi hari ini cerah sekali. Anak singa dengan gembira berjalan dengan semangat. Ketika sedang asik berjalan sambil bernyanyi kecil, ia bertemu dengan anak harimau. Anak harimau terlihat lesu. Anak singa itu menghampiri harimau.

"Hai harimau, kamu sedang apa? Main yuk!" ajak anak singa

"Tidak ah. Aku ngantuk" jawab anak harimau.

"Loh, ini kan sudah pagi. Kenapa kamu mengantuk? Bukannya pagi hari itu justru kita baru bangun dan segar?" tanya anak singa.

"Iya, tapi malam tadi aku begadang. aku gak tidur" jawab anak harimau

"loh, kok kamu gak tidur? memangnya kenapa?" tanya anak singa keheranan.

"aku gak mau tidur aja. aku mau main. jadi aku main terus malam itu. jadi sekarang aku ngantuk dan gak bisa main deh" kata anak harimau.

"ohh.  begitu ya.. hhm.. sayang sekali. padahal hari ini cerah dan aku mau main ketaman. Ya sudah kalau begitu, kamu tidur saja dulu ya.. dan besok jangan begadang lagi biar kita bisa main pagi harinya" kata anak singa.

"iya, aku menyesal sudah main semalam. tidak bobo atau istirahat. jadi aku gak bisa main deh pagi ini. aku janji, gak mau main lagi diwaktu bobo" kata anak harimau.

Akhirnya anak harimaupun tidak bisa ikut main dipagi hari yang cerah ini karena lemas semalaman main.

Sekarang waktunya bobo, yuk kita bobo. Besok pagi bisa dilanjut lagi mainnya, Insya Allah.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Jerapah dan Keledai

0

Sore itu disebuah ladang, ada seekor jerapah sedang makan. Ketika jerapah sedang asyik makan, keledai berjalan lamban sekali. Ditanyalah oleh jerapah.

"hai keledai, bagaimana kabarmu? kamu terlihat lemas sekali"

keledai yg mendengar sapaan itu sedikit kaget. Cepat dia menoleh kearah suara itu. Ohh, jerapah. Lirihnya pelan.

"iya nih, aku lemas hari ini" kata keledai.

"hhm.. kenapa kamu lemas keledai? biasanya kamu ceria dan bermain-main dengan lincah bersama temanmu. ada yang aku bisa bantu?" tanya jerapah.

"hhm.. sebenernya aku belum makan seharian ini" jawab keledai.

"Astagfirullah.. kenapa keledai? kamu sakit? atau kenapa sampai belum makan seharian ini?" jerapah melanjutkan.

"Tidak juga. Aku hanya tidak mau makan saja" jawab keledai.

"hhm.. kalau kita gak makan, kasihan loh tubuh kita. jadi gak punya tenaga dan akhirnya lemas deh. Gak bisa main kayak biasa sama teman-teman" jelas jerapah.

"iya.. aku baru mengerti dan merasakan sekarang.  Ternyata badan jd lemas dan perutku keroncongan. Ini rencananya aku mau mencari makanan. Semoga tubuhku jadi segar kembali" kata keledai.

"Alhamdulillah, kalau begitu, yuk kita makan bersama!" ajak jerapah

Akhirnya mereka makan bersama dan tidak lupa berdoa. Keledaipun makan dengan lahap. Nyam nyam nyam.. terimakasih Ya Allah sudah kasih makanan enak untuk kami..

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Sabtu, 11 Agustus 2018

Bercerita

0

"Aku seekor kuda" celotehnya. Aku yang sedang melipat pakaian tetiba kaget. Ternyata aktivitas bersama seperti membaca buku sungguh berfaedah. Kalimat sederhana darinya yang berusia 2 tahun membuat mamah muda ini amaze. Tolong dimaklumi kalo norak ya mak 😆

Sore itu, aku bahagia. Sesederhana melihat bayikku dua tahun lalu, kini sudah bisa bercerita :')

Jumat, 10 Agustus 2018

Shorting Colors

0

Hari ini perdana main shorting colors. Alhamdulillah abang sudah bisa membeda warna. Memasukan pompom kedalam botol berlebel warna. Hanya saja penyebutan warnanya yg memang masih keliru misal antara hijau dan biru 😅

Yang terpenting adalah aktivitas barengnya ya sama umi. Aktivitas ini selain mengenalkan macam warna, belajar klasifiksi juga ada motoriknya jg.

Seneng abang main ini. Sampai diulang ulang terus 😃

Happy stimulate mom!

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Selasa, 31 Juli 2018

Mengumpulkan Daun Besar Kecil

2

Beberapa hari lalu, kami pergi ke taman UI. Banyak sekali daun yang berjatuhan ditaman. Abang faidhan memgumpukkan daun yang ia mau. Ada yg besar dan ada yang kecil. Ada yang kuning, coklat juga merah. Saat menemukan daun, abang senang sekali. Dibawanya sampai kerumah. Setelah dirumah, kami menempelka daun daun itu di kertas putih. Senang senang senang 😄

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Membuat Agar agar Buah Naga

2

Kemarin, kami buat agar agar dengan buah naga. Berkegiatan bareng dengan anak selain mengasyikan, memberikan stimulasi juga untuk anak dan tentunya membuat anak menjadi kreatif. Yang abang faidhan bantu kemarin mulai dari memblender buah naga, menuang tepung agar agar dan mengaduk. Setelah agar agar jadi dan mengeras, abang makan bareng dengan teman-teman.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 26 Juli 2018

Mengenal Bentuk

2

Hari ini, abang faidhan ambil mainan yang sebenernya belum umi selesaiin. DIY shorting shapes yang belum kelar keburu dimainin abang faidhan. Yowes, karena penasaran, kita main aja. DIY ini sederhana banget pakai bekas kardus sepatu. Ini pertama kalinya umi kenalkan abang dengan bentuk. Ternyata cukup mudah abang mainin shorting shapenya. Beberpa bentuk seperti lingkaran, hati, segitiga dan bintang mudah dimengerti.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 07 Juni 2018

Jumat, 01 Juni 2018

Give Me Yellow!

0

Sebebernya umi belum mengenalkan warna ke abang dengan serius. Hanya pada setiap sekempatan aja satu persatu warna kenalkan. Maksutnya gak banyak warna gitu pada satu kesempatan (macem sorting colors). Seperti kali ini, umi hanya minta warna kuning. Ya tugas abang cuma ngumpulin jepitan yg warnanya kuning aja di wadah kecil yang jg berwarna kuning.

Meronce

0

Sedotan dipotong potong kecil dan dirangkai pada benang yang ujungnya diberi solatip agar kaku dan mudah memasukan sedotan. Ya. Hari itu kami main meronce. Ini melatih banget kesabaran ya. Tapi kayaknya abang belum begitu tertarik. Hanya main sebentar lalu ditinggal 😶

Oke. Kita meronce lagi lain waktu. Kita main yang abang suka aja 😊

Susun Sendok

0

Sendok sendok bekas nasi uduk yang dikumpul bisa jg dibuat main. Kali ini bermain susun sendok sesuai gambar yang ada. Belum semua benar. Itulah fungsinya observasi dari setiap kegiatan yang dilakukan. Bukan hanya abang yang belajar dari setiap main yang dilakukan tapi umi belajar untuk bisa menstimulus dengan lebih baik lagi.