Minggu, 03 Maret 2013

0

Untuk sahabatku eRnawati dan Hendi Hendarsyah

Tak perlu menjadi barisan berseragam untuk bisa penting dalam pernikahanmu
Karena bukan hari ini saja pernikahanmu berusia
Namun, selamanya, Insya Allah
Cukup menjadi mata yang bisa menyaksikan kebahagiaanmu
Cukup menjadi telinga yang bisa mendengar ceritamu
Cukup menjadi lisan yang selalu tersenyum
Dan hati yang selalu berdoa yang terbaik, untukmu
Karena bukan posisi yang terpenting,
namun peranannya..
Bagaimana aku, tetap menjadi sahabatmu,
Selamanya..

Yang turut berbahagia,
Lilis Istiqomah

-Lilis sayang eRna :*


Selasa, 26 Februari 2013

0


Namun itu hanya gerimis
Tak mampu memenuhi bendungku
Yang kau taruh ditaman luar

Sementara ku lihat bendung lain
Ditaman juga
Penuh
Oleh hujanmu

Lebih baik kau hentikan gerimismu
Ganti dengan musim terik
Agar bendungku tak becek

0


Memang
Cukup bijak
Dikelilingi peri peri tulus
Indah

Tapi maaf,
Ini bukan dongeng
Aku tak bisa dengar seyum peri itu
Aku tak bisa lihat
Doa-doa itu

Mungkin karena kau  sibuk merubah
Mengisi dengan putih
Merasakan peri peri itu
Dalam dongengmu
Yang terlalu lelap

0


Ia tak harus selalu menyetujui
Terkadang juga menolak

Ia tak harus selalu iya
Terkadang juga tidak

Ia tak harus selalu tertawa
Terkadang juga marah

Ia tak harus selalu sama
Terkadang juga jauh

Ia tak harus selalu benar
Terkadang juga salah

Ia itu, cinta

0


Aku kembali menyapa
Dirimu
Dalam surat surat jingga
Semangat

Aku kembali membaca
Dirimu
Dalam potret abu abu
Cukup

Aku kembali tersenyum
Dirimu
Dalam wajah pasi
Senang

Dan aku kembali yakin
Dirimu
Dalam hati biru
Tenang

Selasa, 16 Oktober 2012

0


Bukan salah fitrah ini
Karna fitrah itu suci
Hanya saja sorotmu terlalu tajam
Tak mampu sedikit biru

Bukan sekali
Tapi mampu membuat lubang dibatihinku

Hujanmu mampu menggelitik jalan raya
Hingga becek
Dan meninggalkan noda

Kini,
Aku tak mau hujan itu lagi
Jika sekejap
Dan hanya meninggalkan noda
Dijiwaku

0


Sebelum aku mencintaimu

Sebelum aku mencintaimu
Aku ceritakan semua pada Nya
Aku langkahkan kaki untuk mengnalkan mu
yang diam, masuk dalam nadiku
yang aku pun tau, sebenarnya Dia sudah tau,
bahkan saat aku belum mendengarmu

aku kembali pada bangku taman yang aku tinggalkan seminggu lalu
menatap
masih berguguran
bunga bunga oranye
menyilaukan

sebelum aku  mencintainmu,
aku hayati aliran darah yang berhembus
aku dengar nafas yang mengalir
tenang
dan sesekali mengeluarkan lava

sebelum aku  mencintaimu
aku jaga fitrah ini
aku pelihara satu hati ini
untuk yang ku ikuti rukunya
untuk yang ku temani sujud malamnya
untuk yang namaku ada dalam doanya