Berselimut Posted on 22.55 by lilis istiqomah 0 hari ini aku ingin berselimut merasakan serat putih yang lembut tenang tak ada merah tak ada hitam tak ada panas tak ada yang menusuk yang ada hanya, tulus sampai sudut hati bening sampai lipatan jiwa dan kedamaian
Beton Posted on 19.07 by lilis istiqomah 0 Entah siapa yang membangun beton itu Aku? Atau kau? Atau memang sudah ada sejak zaman purba? Pisau itu sih, Mengarah ke arah ku Bukan cuma satu Tapi lebih Entah sampai kapan aku bergerak Tapi yang ku tahu, Pilihanku adalah.. Bertahan Atau Mengalah
Hujan kapanpun aku mau Posted on 00.53 by lilis istiqomah 0 Jika boleh, aku mau membawa hujan dalam botol dan akan aku buka untuk deras kapan pun aku mau saat malam saat pagi saat senja saat menjelang mimpi dan saat terbangun indah sepertinya jadi, tak usah ku menunggu hujan turun aku bisa membukanya, kapanpun aku mau
Berpasang Posted on 22.51 by lilis istiqomah 0 Jika senja itu kau telan bulat Maka hanya tinggal pagi berselimut embun Dingin Atau jika kau telan dini buta Maka hanya tinggal kicau jangkrik Sepi Semua berpasang Beku dengan cair Mati dengan hidup Nafas dengan sesak Dan kau, Dengan aku.. : ) : p :D
Untuk mu Posted on 22.41 by lilis istiqomah 0 Untuk mu Yang meminta ku Untuk mendampingi mu Maaf, Karena aku punya dunia Yang belum bisa ku bagi perannya Untukmu Saat ini Maaf, Karena ilmu ku teramat kecil Dan masih harus mendengar Maaf, Karena iman ku Tak setebal punya mu Terimakasih, Aku hias dulu bathinku Agar kau nyaman mendidik ku Agar kau sabar Agar kau ridha Seperti udara, Tak terlihat Namun jiwa mu Ada, Dalam perbaikan hidup ku..
hujan itu indah Posted on 22.44 by lilis istiqomah 0 hujan itu indah sentuhannya menggelitik setiap jalan warnanya tulus suaranya jernih damai aku ingin menari dibawahmu merasakan setiap tetes dingin sesekali berlari kecil dengan tanah dan menggigil dipohon yang gagah indah ini aku yang dulu, kini dan selamanya, tatap mencintai hujan hujan itu indah dan akan tetap indah buatku..
Ia lebih mencintai mu Posted on 20.05 by lilis istiqomah 0 terbanglah bersama jutaan partikel ilalang bersama angin yang apik melepasmu sembari tangan mungil berdoa tenggelamlah bersama matahari di ujung oranye yang puas menyinari sehari bumi sembari hati mengeja keikhlasan turunlah bersama hujan yang damai yang wanginya indah yang ridha membawa air mata aku berharap, merenung dan ridha karena Ia lebih mencintaimu