Senin, 06 November 2017

Kaidah 7-38-55 (part 2)

0

Mesih mengenai kaidah 7-38-55 yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas komunikasi bersama pasangan.

Yang paling gak bisa ditutupi dari emak faidhan kalau ada sesuatu yang kurang ngenakin hati, muka tiba-tiba bisa berubah jadi flat. Males dan jutek 😑

Kayak kemarin sore abis nyuci piring tetiba ngeliat hal yang gak ngenakin hati. Pak suami langsung negor "umi, mukanya kenapa?"

Langsung inget lagi belajar tentang komunikasi produktif. Gak ngambek lagi. Gak diem lagi. Langsung duduk dan bilang apa yang jadi masalahnya.

Clear. Dan muka kembali seperti semula. Haha..

Aku belajar hari ini 😊

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 05 November 2017

Kaidah 7-38-55 (part 1)

0

Salah satu kaidah yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas komunikasi bersama  pasangan adalah  kaidah 7-38-55.

Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Hari ini, aku beberapa kali mengingatkan pak suami tentang intonasi dan bahasa tubuh yang 'berlebihan' untuk sekedar informasi yang ia ingin sampaikan.

"Biasa aja kali. Itu idungnya sampe gede gituh" ledek ku.

Hehee.. aku bisa ingatkan karena saat ini aku juga lagi nerapin kaidah ini ke diri sendiri. Mencoba berintonasi 'biasa aja' gak perlu tinggi apalagi sampai masuk katagori marah.

Yuk ah, berbenah terus 😊

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 04 November 2017

Bersuara Keras

0

"Ya, mereka kan cuma lihat casingnya aja. Luarnya" komentar pak suami.

Sore itu kami ngobrol tentang komentar orang yang bilang kalo emaknya faidhan gak kedengeran suaranya. Anaknya lagi ngoceh ngoceh tapi emanknya gak nimpalin. Begitu kurang lebih.

Komunikasi buat ku tak selalu harus bersuara keras. Tak harus berteriak. Tak harus bising. Terlebih kita bukan hidup dihutan. Tapi dirumah berdempet yang mepet 😂

Membacakan buku, bercerita, mengucap satu kata entah hewan atau lainnya jadi ikhtiar kami dirumah. Dan itu tak perlu diucapkan dengan suara keras. Ia mengerti bahkan bisa mengulangi, cukup.

Ya. Karena setiap orang mempunyai penilaian yang berbeda terhadap sesuatu, jadi tak perlu repotlah kita pada setiap penilaian mereka.

Seperti yang pak suami bilang, "mereka cuma nilai dari yang kelihatan sama mereka aja".

Obrolan kami sore itu ya tentang menyikapi pandangan  orang terhadap (pola asuh) kita.

Semoga, Allah menuntun kita agar terus benar dalam berjalan. Aamiin

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 03 November 2017

Ingetin ya 😆

0

Pagi manis hari ini ditemani pisang coklat dan pisang keju. Materi pertama dari kuliah bunsay yang aku ikuti adalah komunikasi produktif. Kalo kata Ust. Salim, wanita secara linguistik itu lebih cerdas dari pada laki-laki. Laki-laki mengeluarkan kata-kata sebanyak 5.000-7.000 dalam sehari. Sedangkan wanita, 24.000-50.000 perharinya. Dalam beberapa kesempatan, wanita juga lebih banyak menggunakan kalimat tidak langsung. Beda dengan laki-laki. Nah ini yang kadang suka bikin misunderstanding. Si emak ngambek karena pak suaminya gak ngerti-ngerti. Si pak suami gak ngerti kenapa si emak ngambek. Haha.. pernah mak?

Makanya, di #gamelevel1 #kuliahbunsayiip ini aku milih nyelesein #tantangan10hari ini sama suami.

"Tolong ingatin aku ya kalau aku marah dan ngambek" tutupku diobrolan pagi ini.

Semoga #tantangan10hari ini bisa mengantarkan untuk istiqomah ber #komunikasiproduktif. Tanpa marah. Tanpa ngambek 😆

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 01 November 2017

Pagi Manis

0

Ini PR aku utk mengawali pagi dengan manis. Yah, tau kan hecticnya pagi untuk seorang ibu ituh kayak gimana. Apalagi kalo ada hal yg bikin dia gak suka. Wah bisa jd moodnya berubah dan cemberut deh pagi pagi.

Ya. Ini yang aku harus rubah. Jadi apapun yg terjadi, aku harus manis di pagi hari 😂

Pagi ini, aku bangun dengan rasa syukur. Alhamdulillah, Allah hadirkan aku bersama ia yang jarang mengeluh. Ya, aku belajar banyak darinya. My beloved husband.

"Aku bersyukur punya kamu"
Ucapku pagi itu.

Menemaninya sarapan, ngobrol tentang foto masa kecil dan ditutup dengan mengantarnya ke pintu untuk berangkat menjemput rezeki.

Terimakasih Ya Rabb untuk pagi manis ini. Semoga seterusnya pagi ku tetap manis 😊

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Selasa, 31 Oktober 2017

Literasi dalam Diri

0

Sejak jadi emak, memutuskan resign, membuat aku takut diawal. Takut terjebak dengan rutinitas yang monoton dan tak berkesudahan. You know lah, mencucui, memandikan anak, masak, nyapu, nyuci piring dan aktifitas emak emak lainnya. Tak bisa belajar, tak berkembang.

Aku lupa, bahwa Allah mengatur semua. Semuanya. Ternyata menjadi emak saat ini justru membuatku lebih banyak belajar. Belajar sabar dengan tumpahan makanan anak, belajar mengelola emosi meski terkadang masih tak beraturan, belajar kembali doa harian seperti doa berpakaian karena setiap harinya sering memakaikan baju untuk anak dan banyak lagi pembelajaran lainnya. Lebih banyak saat sekolah dulu, menurutku.

Allah juga perkenankan aku mengenal emak emak hebat dalam komunitas. Allah atur semua. Allah buat jalannya. Saat ini, bersama kelas menulis kami sedang berguru dengan Kak Galuh. Semoga Allah berkahi setiap ilmu yang dibagikan.

Membangun rencana literasi dalam diri adalah PR pertama. Ya, selama ini memang membaca. Tapi tak serius, tak tuntas.

Semoga dengan azam membaca 30 menit dalam sehari dan menuliskannya kembali dalam blog serta istiqomah untuk ODOP (one day one posting) di sosial media, membuat litrerasi dalam diriku berkembang. Bismillah 😊

Minggu, 01 Oktober 2017

Kaya

0

Dibeberapa menit aku diam. Sering. Menatap lekat bening itu. Tetiba tercium suara sang guru kala lalu.

"Saat ia ada, rasanya kaya" Sambil menyentuh dadanya.

 Ya. Benar. Kaya sekali. Bahkan rela ku tinggalkan semua, demi bersamanya.