Senin, 24 Maret 2014
Selasa, 18 Maret 2014
Buih yang Menghangat
Posted on 04.05 by lilis istiqomah
ini buku yang aku baca setelah sedihku mengambang
kisahnya tentang buih yang tetiba manghangat
entah karena waktu ini, atau petikan masa kemarin
aku tersabar oleh bait nasehatnya
bernafas lebih panjang setelahnya
juga melebar senyum
kita masih menapak bumi
olehnya, sejuta tentang bumi masih terasa
dan lewat aliran yang lembut, ku ucapkan selamat
semoga Allah melapangkan syurga untuk mu
dan jika sedih ini masih mengambang
maka ku resapi kembali kado-kado insani
kisahnya tentang buih yang tetiba manghangat
entah karena waktu ini, atau petikan masa kemarin
aku tersabar oleh bait nasehatnya
bernafas lebih panjang setelahnya
juga melebar senyum
kita masih menapak bumi
olehnya, sejuta tentang bumi masih terasa
dan lewat aliran yang lembut, ku ucapkan selamat
semoga Allah melapangkan syurga untuk mu
dan jika sedih ini masih mengambang
maka ku resapi kembali kado-kado insani
Jumat, 07 Maret 2014
Maaf, Masih Aku
Posted on 02.20 by lilis istiqomah
Maafkan aku
Yang masih menyimpan liur anjing
Yang masih melirik bangkai
Kau tau cerita singa itu?
Yang memakan anaknya dengan mengaung
Boleh kau tanya dengan pencinta hewan
Apa artinya suara mereka itu?
Itu suara jantan
Suara jeritan tangis
Suara luka
Itu aku
iya, masih akuSenin, 24 Februari 2014
Blitar dan Pernikahan
Posted on 22.23 by lilis istiqomah
Kali ini aku
meninggalkan sejanak Jakarta. Segala genang airnya tatkala hujan. Rentetan
motor dan mobil beserta nyaringnya dan bertumpuk file yang menunggu dikantor.
Aku dan kedua sahbatku berkunjung ketempat dimana dilahirkannya tokoh hebat
pembawa kemerdekaan nusantara ini. Tokoh yang dengan lantang menyatakan
kemerdekaan bangsa ini. Iya. Ir. Soekarno. Blitar.
Bukan tanpa tujuan kami kesana. Kami ingin menjadi saksi kebahagiaan dua insan. Dua keluarga. Pernikahan. Buatku pernikahan adalah hal besar dalam hidup. Tak ayal, hati ini selalu menghangat menyaksikan akad dalam sebuah pernikahan. Pernikahan siapapun itu. Bagaimana tidak, sedang Arsy-Nya saja berguncang karena persaksian itu. Buatku akad bukan hanya rentetan kata. Ia lebih dari itu.
Hati yang selama ini dijaga. Cinta yang selama ini apik terbingkai. Dan raga yang sebelumnya haram. Seketika menjadi halal sesudah akad itu. Laki-laki yang mengambil alih tanggung jawab orang tuaku. Tanggung jawab ibu dan ayahku. Bahkan lebih itu. Sebuah komitmen.
Laki-laki yang mengajariku. Yang menasehatiku. Yang akan mengimamiku. Yang aku amini doanya. Yang ku ikuti rukunya. Yang ku temani sujud malamnya. Yang tangannya melekat dalam ketaatanku. Yang hadirnya membawaku dan keluargaku ke syurga-Nya kelak. Insya Allah.
Ah sudahlah. Tak pandai aku merangkai keagungan sebuah pernikahan. Untuk mu, sahabatku, Mba Enik dan Bang Ilham. Barakalahu laka wa barakallahu alaika wa jamaa bainakuma fi khair. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Sakinah mawaddah wa rahmah, doaku untuk kalian.
Bukan tanpa tujuan kami kesana. Kami ingin menjadi saksi kebahagiaan dua insan. Dua keluarga. Pernikahan. Buatku pernikahan adalah hal besar dalam hidup. Tak ayal, hati ini selalu menghangat menyaksikan akad dalam sebuah pernikahan. Pernikahan siapapun itu. Bagaimana tidak, sedang Arsy-Nya saja berguncang karena persaksian itu. Buatku akad bukan hanya rentetan kata. Ia lebih dari itu.
Hati yang selama ini dijaga. Cinta yang selama ini apik terbingkai. Dan raga yang sebelumnya haram. Seketika menjadi halal sesudah akad itu. Laki-laki yang mengambil alih tanggung jawab orang tuaku. Tanggung jawab ibu dan ayahku. Bahkan lebih itu. Sebuah komitmen.
Laki-laki yang mengajariku. Yang menasehatiku. Yang akan mengimamiku. Yang aku amini doanya. Yang ku ikuti rukunya. Yang ku temani sujud malamnya. Yang tangannya melekat dalam ketaatanku. Yang hadirnya membawaku dan keluargaku ke syurga-Nya kelak. Insya Allah.
Ah sudahlah. Tak pandai aku merangkai keagungan sebuah pernikahan. Untuk mu, sahabatku, Mba Enik dan Bang Ilham. Barakalahu laka wa barakallahu alaika wa jamaa bainakuma fi khair. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Sakinah mawaddah wa rahmah, doaku untuk kalian.
Rabu, 19 Februari 2014
Syaikh Sayyid Quthb Tentang Cinta
Posted on 21.27 by lilis istiqomah
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan untuk mencintai-Mu
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
Izinkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut
pada-Mu,
Agar tak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya, agar tidak berpaling dari hati-Mu
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindukan syahid di
jalan-Mu
Ya Allah, jika aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tak lalai aku merindukan surga-Mu
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
Jaganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat disepertiga malam terakhir-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindukan kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga aku melupakan
cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah
terhimpun dalam cinta kepada-Mu,
Telah berjumpa dengan ketaatan pada-Mu,
Telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syariat-Mu
Kukuhkanlah ikatannya, Ya Allah,
Kekalkan cintanya,
Tunjukanlah jalan-jalannya
Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah
pudar
Kerendahan Hati
Posted on 20.40 by lilis istiqomah
oleh Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
jadilah saja jalan kecil,
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya
nilai dirimu
jadilah saja dirimu
sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Selasa, 11 Februari 2014
Jika kau merasa cinta
Posted on 20.48 by lilis istiqomah
Jika kau merasa cinta
Diam
Simpan dahulu
Tanyakan pada Nya
Ketika Dia menjawab
Maka segerakanlah
Bukan,
Langsung meminta kepada makhluk
Dan ketika semua tau tentang cinta itu
Baru kau pertanyakan kepada Nya
Jika Dia tidak menjawab
Maka mudah kau patahkan
Bukan
Sekali lagi bukan
Ini tentang putih yang tersimpan apik
Tentang fitrah yang terjaga
Sekali lagi
Jika kau merasa cinta
Diam
Tanyakan dulu pada Nya
Langganan:
Postingan (Atom)



