Senin, 25 Agustus 2014

0

Jodoh itu urusan Allah. Kenapa jadi galau? Kenapa jadi mikirin apa yang bukan jadi urusan kita? Serahkan semuanya. Semuanya. Sama yang Maha berkehendak. Mau menikah dini atau menikah nanti, bukankah semua sudah tertulis indah di lauful mahfuz? Jodoh, rezeki dan akhir hidup kita. Tidak ada yang terlambat atau terlalu cepat. Semua sudah ditetapkan. Tugas kita hanya berikhtiar dan berdoa. Ikhtiar memperbaiki diri, ikhtiar memperkaya dengan ilmu, ikhtiar untuk menjaga diri dari yang haram, ikhtiar menjemput penyempurna agama kita dengan cara yang baik, dan lainnya yang menambah keridhoan Allah dalam menganugrahkan teman hidup dengan cara yang manis dan mesra.

Lalu, apa lagi yang perlu dikhawatirkan jika semua sudah ditetapkan dan diurus?

Kamis, 03 April 2014

0

ini tentang hati yang ku persiapkan
bukan untuk diisi
tapi untuk diperbaiki
dari harap yang terlalu tinggi
aku takut jika saatnya nanti
aku lupa membawa tulus
karena terlalu usang oleh harap yang teramat tinggi

Senin, 24 Maret 2014

Hujan Sore Itu

0

Sore ini jalanku memapah
menyaksikan jutaan riang
merasakan tiap tetesnya
sendiri,
tersenyum

Jika kecilku kembali,
tak ku lewatkan hujan sore itu


Selasa, 18 Maret 2014

Buih yang Menghangat

0

ini buku yang aku baca setelah sedihku mengambang
kisahnya tentang buih yang tetiba manghangat
entah karena waktu ini, atau petikan masa kemarin

aku tersabar oleh bait nasehatnya
bernafas lebih panjang setelahnya
juga melebar senyum

kita masih menapak bumi
olehnya, sejuta tentang bumi masih terasa
dan lewat aliran yang lembut, ku ucapkan selamat
semoga Allah melapangkan syurga untuk mu
dan jika sedih ini masih mengambang
maka ku resapi kembali kado-kado insani

Jumat, 07 Maret 2014

Maaf, Masih Aku

0

Maafkan aku
Yang masih menyimpan liur anjing
Yang masih melirik bangkai
Kau tau cerita singa itu?
Yang memakan anaknya dengan mengaung
Boleh kau tanya dengan pencinta hewan
Apa artinya suara mereka itu?
Itu suara jantan
Suara jeritan tangis
Suara luka

Itu aku
iya, masih aku

Senin, 24 Februari 2014

Blitar dan Pernikahan

0

Kali ini aku meninggalkan sejanak Jakarta. Segala genang airnya tatkala hujan. Rentetan motor dan mobil beserta nyaringnya dan bertumpuk file yang menunggu dikantor. Aku dan kedua sahbatku berkunjung ketempat dimana dilahirkannya tokoh hebat pembawa kemerdekaan nusantara ini. Tokoh yang dengan lantang menyatakan kemerdekaan bangsa ini. Iya. Ir. Soekarno. Blitar.

Bukan tanpa tujuan kami kesana. Kami ingin menjadi saksi kebahagiaan dua insan. Dua keluarga. Pernikahan. Buatku pernikahan adalah hal besar dalam hidup. Tak ayal, hati ini selalu menghangat menyaksikan akad dalam sebuah pernikahan. Pernikahan siapapun itu. Bagaimana tidak, sedang Arsy-Nya saja berguncang karena persaksian itu. Buatku akad bukan hanya rentetan kata. Ia lebih dari itu.

Hati yang selama ini dijaga. Cinta yang selama ini apik terbingkai. Dan raga yang sebelumnya haram. Seketika menjadi halal sesudah akad itu. Laki-laki yang mengambil alih tanggung jawab orang tuaku. Tanggung jawab ibu dan ayahku. Bahkan lebih itu. Sebuah komitmen.

Laki-laki yang mengajariku. Yang menasehatiku. Yang akan mengimamiku. Yang aku amini doanya. Yang ku ikuti rukunya. Yang ku temani sujud malamnya. Yang tangannya melekat dalam ketaatanku. Yang hadirnya membawaku dan keluargaku ke syurga-Nya kelak. Insya Allah.

Ah sudahlah. Tak pandai aku merangkai keagungan sebuah pernikahan. Untuk mu, sahabatku, Mba Enik dan Bang Ilham. Barakalahu laka wa barakallahu alaika wa jamaa bainakuma fi khair. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Sakinah mawaddah wa rahmah, doaku untuk kalian. 

Rabu, 19 Februari 2014

Syaikh Sayyid Quthb Tentang Cinta

0

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
Izinkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut pada-Mu,
Agar tak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya, agar tidak berpaling dari hati-Mu

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindukan syahid di jalan-Mu

Ya Allah, jika aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tak lalai aku merindukan surga-Mu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
Jaganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat disepertiga malam terakhir-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindukan kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga aku melupakan cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah terhimpun dalam cinta kepada-Mu,
Telah berjumpa dengan ketaatan pada-Mu,
Telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syariat-Mu

Kukuhkanlah ikatannya, Ya Allah,
Kekalkan cintanya,
Tunjukanlah jalan-jalannya
Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu