Selasa, 24 November 2015

0

Aku habiskan hujan matahariku sore itu. Menunggu panggilan untuk diperiksa.

Aku harus putuskan untuk memeriksakan kandunganku hari itu juga. Aku khawatir karena menemukan hal aneh dzuhur kemarin dan berulang pagi harinya.

Jantungku serasa habis naik ke lantai 11 dengan anak tangga.

Semoga Engkau sehatkan isi dalam rahim ini.

"Kalau sudah pulang, langsung ke rumah sakit ya sayang. Aku periksa disini"

Pesan whatsapp ku untuk mu.


Jumat, 13 Februari 2015

Bekerja, Kuliah, Menikah dan Calon Ibu :)

0

Alhamdulillah, segala puji bagi Rabb semesta alam. Bekerja, Kuliah, menikah dan calon ibu. Ya mungkin begitu rumit terdengar. Aku bekerja di sebuah lembaga kemanusiaan nasional, PKPU. Berada disini adalah sebuah karunia besar buatku. Bukan tentang besar dan kecil yang masuk dalam kantong, tapi juga yang masuk dalam hati. Tentang semangat menjaga dan memperbaiki diri. Teruntuk semua sahabat di PKPU, aku mencintaimu karna Allah.

Aku melanjutkan jejang pendidikan formalku, semester 7 di Universitas Indraprasta PGRI. Bimbingan dan Konseling, jurusanku. Di sini, aku banyak belajar tentang pendidikan, kepribadian, empati, dan lainnya. Dan kembali, menjadi bagian dari ikhtiarku memperbaiki diri.

7 September 2014 adalah hari bertambahnya amanahku. Tanggung jawabku. Hari disatukan dengan seorang yang berhati baik dan berakhlak lembut. Lewat taaruf sederhana dan singkat. Dengan niat yang terus diluruskan, aku menerimanya menjadi bagian hidupku sampai saat ini, dan selamanya.
Aku mencintaimu. 

Dengan ke Maha baikakan Allah, begitu ringan terasa. Pekerjaanku, kuliahku, dan mendampingimu. Bahkan, sepertinya, akan ada lagi yang akan menambah riang hari-hari kita. Ini adalah proses, sepanjang hayat. Bahkan niat yang ditancapkan awal, harus terus diluruskan. Ya, melakukan semuanya untuk Rabb, yang memberi kebaikan pada kita. Semata untuk Nya.

Selasa, 14 Oktober 2014

Sepertia Ia Mencintaimu

1

Untuk mu, wahai Ibunda suamiku. Detik ini, kau adalah Ibuku. Orang tuaku. Bu, terimakasih telah mengandung, melahirkan, dan menyapihnya, Terimakasih telah mendidik, membimbing, mengurus, dan menyekolahkan. Terimakasih atas waktu yang kau relakan untuk anakmu. Terimakasih atas cinta dan kasihmu.

Bu, anakmu saat ini terlah bertambah berat pundaknya. Makin banyak amanahnya. Ia sekarang menjadi pemimpin. Menjadi kepala untuk keluarga yang kami akan bina. Ia akan bertanggung jawab terhadapku. Terhadap anak-anak kami.


Bu, doakan aku agar menjadi istrinya yang baik. Dan menjadi ibu yang baik untuk cucu-cucu mu. Doakan ia selalu, semoga ia bisa menjadi teladan untuk ku dan anak-anak kami. Semoga ia bisa  menafkahi hanya dengan harta yang halal. Dan semoga ia dapat mempertanggung jawabkan apa-apa yang ia pimpin dengan baik di hadapanNya.


Aku mencintaimu, seperti ia mencintaimu. 


7/9/14

Detik Ini Aku Mencintaimu

1

Ini bukan tetang hidup satu atau dua hari. Ini tentang seluruh sisa hidupku, lahir dan bathin. Tentang seorang yang kupilih dengan namaNya. Yang akan menjadi pemimpin yang ku ikuti langkahnya. Yang akan menjadi ayah dari anak-anakku. Yang hadirnya, mengantarkan kami ke syurga.

Aku memilihmu bukan karena materi. Karena aku tau, kamu tak memiliki. Aku memilih mu bukan karena wajah, karena masih ada yang lebih baik darimu. Tapi aku memilihmu karenaNya. Insya Allah karenaNya. Bahkan kalau pun bukan kamu yang disampingku saat ini, aku juga akan memilih karenaNya.

Kamu bukan sosok yang sempurna dimataku, akupun terlalu banyak kekurangan. tapi bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah bagimana kita ridho menerima, dan terus berikhtiar untuk saling melengkapi. Karena saat ini kamu adalah pakaian bagiku, dan aku adalah pakaian bagimu.

Maaf, aku tidak bisa menempatkan mu dihati ini terlalu dalam. Biar Rabb ku, tempat ku kembali, yang paling Agung kutempatkan dalam diri ini. Aku akan mencintai mu sekedarnya saja. Aku akan taat padamu, selama kamu taat padaNya.

Kita sedang berjamaah, untuk mendapat pahala lebih dariNya. Untuk itu, untuk imam yang tak sempurna, aku  mohon kelapangan mu, untuk kuingati ketika kau terlupa. Dan mohon perbaiku kesalahanku dengan cara yang santun.

Detik yang kumulai saat ini akan terus kuluruskan, semata untuk ridhoNya. Perkataanku, perasaanku, akhlakku terhadapmu, semata hanya  inggin Rabb ku ridha terhadapku. Dan aku bisa termasuk wanita yang dikatakan oleh kekasihNya untuk masuk kedalam syurga lewat pintu manapun yang aku inginkan.

Semoga Allah menghimpun kita dengan kasih sayangNya. Mengalirkan keberkahan dan menghadirkan sakinah dalam hati kita.

Yang kini dan selamanya mencintai mu karenaNya,

Lilis Istiqomah

7/9/14

Senin, 25 Agustus 2014

0

Jodoh itu urusan Allah. Kenapa jadi galau? Kenapa jadi mikirin apa yang bukan jadi urusan kita? Serahkan semuanya. Semuanya. Sama yang Maha berkehendak. Mau menikah dini atau menikah nanti, bukankah semua sudah tertulis indah di lauful mahfuz? Jodoh, rezeki dan akhir hidup kita. Tidak ada yang terlambat atau terlalu cepat. Semua sudah ditetapkan. Tugas kita hanya berikhtiar dan berdoa. Ikhtiar memperbaiki diri, ikhtiar memperkaya dengan ilmu, ikhtiar untuk menjaga diri dari yang haram, ikhtiar menjemput penyempurna agama kita dengan cara yang baik, dan lainnya yang menambah keridhoan Allah dalam menganugrahkan teman hidup dengan cara yang manis dan mesra.

Lalu, apa lagi yang perlu dikhawatirkan jika semua sudah ditetapkan dan diurus?

Kamis, 03 April 2014

0

ini tentang hati yang ku persiapkan
bukan untuk diisi
tapi untuk diperbaiki
dari harap yang terlalu tinggi
aku takut jika saatnya nanti
aku lupa membawa tulus
karena terlalu usang oleh harap yang teramat tinggi

Senin, 24 Maret 2014

Hujan Sore Itu

0

Sore ini jalanku memapah
menyaksikan jutaan riang
merasakan tiap tetesnya
sendiri,
tersenyum

Jika kecilku kembali,
tak ku lewatkan hujan sore itu