Sabtu, 23 September 2017

Kulwap Me Time

0


Tulisan ini adalah materi dari kulwap Me Time, Yes! Depresi, No! oleh Dessy Natalia.
Melihat banyak ilmu dari kulwap tersebut, saya mengumpulkannya dalam label kulwap. Jadi, ini bukan tulisan saya ya.. Hanya mengumpulkan agar manfaatnya bisa terasa oleh yang lain. Terimakasih

______________________

Halooo buibu semua.. 🙏🏻
Rasanya senang sekali bisa sharing di sini dengan ibu-ibu hebat & bahagia.. 😍

Malam ini, insya Allah saya akan sedikit sharing seputar depresi.
Ceritanya, saya sedang membumikan depresi.
Lho, memangnya kenapa dengan depresi?

Yup, jika mendengar kata depresi, yang terlintas di pikiran kita pasti sudah yang aneh-aneh ya, bu..
Orang yang (maaf) stres lah, orang-orang tanpa pegangan hidup, penderita gangguan jiwa atau pelaku bunuh diri 😰
Iya, memang seseram itu, tapi sebenarnya depresi itu bisa menyerang siapa saja, termasuk sosok ibu seperti kita semua.. 🙈

Tapi, nggak perlu takut, bu..
Hari ini kita kenalan yuk dengan depresi 😊

Semakin kita mengenali, semakin kita tahu cara mencegahnya. Dan jika ternyata kita sedang menderita depresi, dengan lebih mengenali hal-hal mendetail tentang depresi, diharapkan kita bisa tahu cara terlepas dari jeratan depresi.

Bismillahirrohmanirrohiim..

Disclaimer: narasumber bukanlah tenaga kesehatan yang berwenang mendiagnosis depresi. Sharing kali ini bersumber dari berbagai penelitian dan pengalaman pribadi narasumber.. 🙏🏻

*Depresi, Siapakah Dia?*

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi ke-4), depresi didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kehadiran mood negatif (bad mood) atau berkurangnya kemampuan untuk mengalami kebahagiatan selama setidaknya dua minggu. Setelah gejala utama tersebut, biasanya penderita juga akan menunjukkan setidaknya empat gejala tambahan seperti perasaan tidak dihargai atau rasa bersalah, gangguan tidur, kegelisahan  atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.

Bad mood, sedih dan galau adalah hal biasa yang terjadi di keseharian kita. Namun, jika selama bad mood atau kesedihan melanda selama berminggu-minggu bahkan berbulan dan menahun, ibu harus waspada dengan kemungkinan depresi. Cara membedakan sedih ‘biasa’ dengan sedih depresi cukup mudah. Jika kondisi psikis kita sangat mengganggu tidur, selera makan, cara kita berinteraksi dengan orang lain sampai cara kita memandang kehidupan, langsung hubungi dokter atau psikolog untuk penanganan depresi.

Parahnya lagi, depresi adalah kontributor terbesar pada keputusan seseorang untuk bunuh diri. Ya, penyakit yang tak bersuara, tak terasa nyerinya namun sangat mematikan itu bernama depresi.

*Sekilas Fakta Tentang Depresi*

Beberapa waktu yang lalu Indonesia digemparkan dengan begitu banyak berita bunuh diri yang dilakukan di berbagai tempat oleh beragam kalangan masyarakat. Mulai dari yang tidak terkenal dan hidup menyendiri, sampai artis dunia dengan jutaan fansnya!

Ini baru satu fakta tentang depresi dan ada beberapa fakta menarik lainnya tentang depresi yang harus ibu tahu:

- Wanita berpeluang dua kali lebih besar mengalami depresi dibandingkan dengan pria.
- Depresi adalah gangguan kejiwaan yang paling lazim ditemukan di seluruh dunia sekaligus paling melemahkan.
- Depresi adalah satu dari lima penyebab utama dari disabilitas dan penyakit di seluruh dunia.
- Setiap orang memiliki peluang untuk mengalami depresi, namun memiliki kemampuan berbeda untuk bertahan dari depresi.

Bagaimana, bu? Semoga kita tidak menyepelekan depresi karena bahayanya ada di sekitar kita ya, bu..

*Depresi dan Wanita*

Seperti yang telah disampaikan di atas, ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa wanita berpeluang dua kali lebih besar menderita depresi dibandingkan pria. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut, antara lain:

*1. Faktor Reproduksi*
Qadarullah, wanita diberi banyak keistimewaan oleh Allah, termasuk memiliki fase-fase reproduksi yang meliputi menstruasi, kehamilan, kelahiran dan menopause. Fase-fase inilah yang memiliki kontribusi tertinggi atas tingginya tingkat depresi pada wanita. Beberapa bukti menyatakan bahwa homon estrogen berpengaruh pada sistem neurotransmitter. Bahkan, berdasarkan data dari WHO, kondisi postpartum depression dialami oleh sekitar 6% populasi dunia.

Bisa dikatakan, kesedihan yang kita alami ketika PMS adalah miniatur dari depresi. Bahkan, bagi beberapa individu, PMS dapat menyebabkan gangguan emosi yang begitu besar dan sangat mengganggu. Pun ketika kita mengalami perasaan yang sangat sensitif ketika kehamilan, baby blues ketika pasca melahirkan atau coba tanyakan kepada ibu-ibu kita bagaimana rasanya bulan-bulan pertama ketika datang masa menopause.

*2. Peristiwa pemicu stress dalam kehidupan*
Ternyata peristiwa-peristiwa yang memicu stress juga sangat berpengaruh terhadap peluang wanita mengalami depresi. Dimulai ketika seorang gadis mengalami puber, ia terbebani dengan problem seperti “Ah, aku harus punya baju model terbaru!”, “Bentuk badanku nggak oke, nih!”, “Kenapa aku nggak bisa seperti kelompok gaul itu, ya?” dan lain sebagainya yang jarang dialami oleh pria.

Contoh lain dari peristiwa stressful adalah kenangan akan pengasuhan masa kecil yang traumatik atau kekerasan yang pernah dialami ketika kecil. Sayangnya, wanita pun lebih berpotensi untuk mengalami peristiwa traumatik ketika dewasa, seperti kekerasan seksual atau penyerangan fisik dibandingkan pria.

Wanita juga lebih berpeluang mengalami stress yang lebih besar ketika mengalami peristiwa-peristiwa seperti menjadi orang tua tunggal, menderita sakit berat atau merawat keluarga yang sakit.
Tak kalah penting, kemiskinan juga menjadi faktor dominan yang bisa memicu depresi. Ketakutan wanita akan malgizi yang dialami keluarganya, isolasi sosial, sulitnya akses pendidikan, dan lain-lain meningkatkan peluang wanita mengalami depresi.

*3. Faktor genetik*
*4. Faktor sosial*
5. Dan faktor-faktor lainnya

*Kabar baik*nya, walaupun wanita berpeluang lebih besar mengalami depresi, tapi ternyata wanita cenderung mencari bantuan kepada ahlinya, sedangkan pria cenderung ‘lari’ kepada hal-hal seperti alkohol, obat-obatan terlarang dan sejenisnya. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat bunuh diri pria lebih besar dibandingkan wanita.

*Penyembuhan*

Bersyukurlah ketika ibu sadar jika ibu menderita depresi. Lebih-lebih jika ibu sudah mengenali gejala-gejala depresi dan segera ‘ngeh’ sebelum kondisi bertambah buruk.

Namun, jika ibu sudah terlanjur menderita depresi, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh ibu, tentunya di bawah pengawasan dokter atau psikolog ya, bu 🙏🏻

*1. Segera temui dokter atau psikolog yang dapat membantu ibu.*

Teman mungkin bisa membantu ibu untuk mengeluarkan uneg-uneg, namun tidak bisa membantu menyembuhkan depresi.

*2. Mengonsumsi obat-obatan anti depresi.*
Beberapa teman mengonsumsi obat-obatan anti depresi yang diresepkan oleh dokter mereka dan merasa jauh lebih baik setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut. Ada yang memerlukan waktu beberapa bulan dan ada pula yang memerlukan waktu menahun, sesuai dengan tingkat depresi yang dialami.

*3. Melakukan sesi psikoterapi dengan psikolog dan terapi simulasi otak* adalah dua opsi lain dari obat anti depresi yang biasanya diberikan oleh dokter atau psikolog untuk menyembuhkan depresi.

*4. Melakukan self healing.*

Kini, ada beragam self healingyang bisa dicoba oleh ibu. Saya sendiri sampai saat ini mempraktekkan Trauma Release Exercise (TRE) karena sangat relaxing. Walaupun self healing dilakukan diri sendiri, namun untuk mempelajarinya tetap dibutuhkan bantuan dari pelatih tersertifikasi.

*5. Mendekatkan diri kepada Allah Swt.*

Belajar percaya bahwa ketetapannya pasti yang terbaik, walaupun saat ini kita belum dimampukan untuk mengetahui maksud dari peristiwa yang ditakdirkan untuk kita. Kita bisa merutinkan puasa, shalat sunnah, ibadah malam, shalawat dan dzikir untuk membuat hati semakin tenang.

Oia,
Boleh saya titip pesan, bu? Jika ada saudara atau kenalan yang mengalami depresi, tolong hindari untuk mengatakan hal-hal seperti, “Tenang, semua akan baik-baik saja”, “Kamu kurang bersyukur sih, jadinya seperti ini!”, “Ah, kamu mah lebay banget, gitu aja stress!” dan judgement lainnya, karena percayalah bahwa hal itu tidak sedikitpun dapat membantu penderita depresi. Sebaliknya, ibu bisa mencoba untuk menjadi pendengar setia (ingat, mereka tidak butuh komentator), membuat mereka sibuk dengan hobi mereka atau sekedar memeluk dan menyentuh mereka 😊😊😊

*Pencegahan*

Setelah berkenalan dengan depresi, yuk cari tahu bagaimana mencegah depresi! 🎉

- *Cara pertama adalah dekatkan, dekatkan dan dekatkan diri kepada Sang Pencipta.*

Klise, tapi semakin banyak mengingat Allah, insya Allah hati kita menjadi semakin tenang.

- *Mencoba mencari sisi positif dari setiap kejadian.*

Seorang bapak pernah memberi resep menjalani hidup dengan tenang kepada saya, yaitu: berkhuznudzon terhadap ketetapan Allah. Duh, susah ya, bu, tapi insya Allah kita bisa. Yuk, sama-sama pelan-pelan belajar..

- *Membuat goal setting.*

Jika punya banyak waktu, ibu bisa membuat dream book berisi impian-impian yang ingin dicapai selama hidup. Jika terbatas, ibu bisa menulisnya di selembar kertas dan membaginya menjadi beberapa periode (misalnya: Target 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dst). Fungsinya untuk apa, bu? Dengan membuat goals, maka kita akan disibukkan untuk mencapai impian-impian kita dibandingkan memikirkan masalah dan kesedihan yang pasti tak pernah berhenti datang di kehidupan kita.

- *Jangan pernah sendiri.*

Penyendiri berpeluang lebih besar terkena depresi. Bersosialisasi, berkomunitas. Ajak anak-anak pergi beraktivitas ke luar rumah, bertemu banyak orang, mengerjakan hal-hal baru.

Atau ibu juga bisa mengikuti beragam komunitas online sesuai minat ibu. Berteman dengan sebanyak-banyaknya orang. Siapa tau bisa jadi jalan rezeki juga, kan? 😊

- *Untuk ibu-ibu yang baru melahirkan, komunikasikan pada keluarga sejak jauh-jauh hari sebelum melahirkan, bahwa kelak ibu memerlukan istirahat pasca melahirkan.*

Jangan sungkan meminta bantuan pada keluarga untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ingat bu, hanya ibu bahagia yang bisa menghasilkan ASI berlimpah dan memenuhi kebutuhan bayi.

- *Memiliki me time yang berkualitas.*

*Depresi dan Me Time*

Salah satu alasan yang paling sering saya dengar tentang penyebab depresi pada wanita adalah perasaan merasa tidak berguna dan powerless.

Solusinya bukan menjadi yang lebih segala-galanya dibandingkan suami, tetapi tentang bagaimana ibu bisa melakukan *aktualisasi diri*. Bagaimana agar ibu merasa bahwa dirinya *berarti dan berharga*, minimal untuk keluarganya dan syukur-syukur bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Salah satu cara yang bisa dimanfaatkan ibu untuk mengaktualisasikan diri adalah ketika me time.
Jadi, jika ibu masih menganggap bahwa me time adalah omong kosong dan nggak penting, yuk dipikir-pikir lagi 😊😊

Me Time, Ketika Aku Menyelami Diriku*

Jadikan me time sebagai sarana kita mengenal diri sendiri, menyapa diri sendiri. Jadikan me time sebagai waktu kita untuk sejenak keluar dari rutinitas harian 24/7.

Karena me time kita sangat terbatas, pastikan kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai.
Lakukan apa-apa yang menjadi passion kita ketika me time tiba. Dan akan lebih baik lagi jika me time dapat menjadi waktu kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Menjadi ibu bukan berarti mengubur impian dalam-dalam, karena ibu juga berhak untuk bahagia. Ibu juga berhak untuk melakukan hal-hal sesuai passionnya.

Jika ibu memiliki passion menulis, isilah me time dengan menulis, berkomunitas dengan penulis lain, belajar tentang kepenulisan, menjadi professional dalam bidang kepenulisan.

Jika ibu memiliki passion mengajar, isilah me time dengan berbagi ilmu dengan banyak orang lain. Tak perlu keluar rumah jika memang tak memungkinkan. Kini, media sosial telah menjadi media pembelajaran terefektif dan terefisien yang bisa dimanfaatkan ibu. Ada banyak orang di luar sana yang mungkin saja membutuhkan ilmu yang ibu miliki.

Jika ibu memiliki passion berbisnis, isilah me time dengan belajar berbisnis. Dimulai dari menjual hal-hal sederhana, tanpa modal dan tanpa stok, yang kini peluangnya sudah sangat amat banyak. Tapi ingat nasihat Bu Septi (founder Institut Ibu Profesional), “Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari”. Nggak harus ngoyo berbisnis sampai melupakan keluarga, karena rezeki itu sudah diatur. Yang pasti, kemuliaanlah yang harus terus dicari.

Dan banyak lagi contoh passion yang ada.

Masing-masing ibu adalah individu yang unik, maka jangan paksakan untuk ingin seperti orang lain, mengisi me time dengan sesuatu yang kekinian hanya karena mengikuti tren.

Sekali lagi, karena me time ini sangat terbatas, maka pastikan jika ibu sudah memenuhi kewajiban ibu sebelum melakukan me time.
Jangan lupa komunikasikan dengan keluarga tentang me time ini:

Tentang seberapa pentingnya me time bagi ibu. Tentang me time yang membuat ibu bisa mengaktualisasikan diri. Tentang bagaimana me time bisa membuat ibu semakin bahagia. Dan tentang *bagaimana anak-anak yang bahagia hanya bisa dihasilkan oleh ibu-ibu bahagia*.

Ibu membutuhkan inspirasi me time yang berkualitas, boleh banget lho cari referensi dari 33 kisah me time inspiratif dalam buku *33 Kisah Me Time, Perjalanan Ibu Bahagia*.

Yuk, jadi ibu bahagia!

*So, Me Time, Yes! Depresi, No!*


Jumat, 30 Juni 2017

Setahun Menjadi Ibu

0

Aku fikir tugas ibu hanya mengandung, membawa kemanapun pergi selama 9 bulan. Tapi ternyata, si jabang bayi juga mendengar bahkan mengenali suara ibunya dalam perut yg gelap. Jadi, tugas ibu bukan hanya mengandung, tapi jg memperdengar yg baik baik. Tilawah juga doa agar lahir yang soleh, yg lebih baik darinya.
.
Aku pikir tugas ibu hanya melahirkan. Tapi ternyata dibalik itu, ada drama baik normal maupun SC. Ia yg tak menghargai, menganggap SC tak seberapa. Tak berjuang, mungkin pikirnya tak menitih air mata. Tapi, sudahlah.
.
Aku pikir tugas ibu hanya menyusui. Tapi ternyata menyusui pun hrs melewati demam berhari-hari. Belum lagi lecet, tergigit dan lainnya.
.
Aku pikir tugas ibu hanya menemani ia tidur. Tapi ternyata harus terbangun saat malam hari. Apalagi jika ia sedang sakit.
.
Aku pikir jadi ibu hanya memberi ia makan, asal kenyang. Ternyata ada gizi yg harus seimbang. Berharap ia tumbuh menjadi sehat dan kuat.
.
Aku pikir jadi ibu hanya menemani mainnya, asal anteng. Ternyata banyak indra yg hrs dikembangkan. Bahkan masa emasnya hanya berlangsung singkat.
.
Aku pikir jadi ibu itu tak perlu ilmu. Jalan saja, nanti jg bisa. Ternyata ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anaknya. Tak ada sekolah menjadi ibu, tak ada dlm kurikulum.
.
Aku pikir jadi ibu itu..
Ah, ternyata..
.
.
Selamat satu tahun, faidhan.
Maaf, blm jadi ibu sepenuhnya.

Minggu, 21 Mei 2017

Universitas Kehidupan

0

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Selepas SLTA, aku meneruskan perkuliahanku dengan mengambil jurusan konseling. Sengaja aku mengambil jurusan ini, karena fikirku ilmu ini akan sangat membantu menjalani hari-hari dengan 'sehat'. Berjalannya waktu, selepas gelar sarjana, kita semua perlu tetap belajar. Ya, belajar di universitas kehidupan. Ini lebih aplikatif lagi ilmunya. Aku akan mengambil jurusan psikologi anak. Khususnya pada masa golden ages. Jurusan ini akan mendalami tentang tumbuh kembang anak, tugas perkembangan, mengatasi masalah-masalah yang biasa dialami anak-anak dan lainnya. Sebenarnya ini ada di jurusan bimbingan konseling di universitas biasa, namun belum menyeluruh.

Alasanku mengambil jurusan ini di universitas kehidupan bukan tanpa alasan. Berawal dari Allah karuniakan amanah berupa anak yang sungguh putih. Aku harus bisa menjaga fitrahnya. Apalagi ketika aku memutuskan untuk resign. Aku harus mengisi hari-hari yang bermakna dengan faidhan, malaikat kecilku. Untuk itu, aku ingin mendalami tentang tumbuh kembang anak di masa yang paling penting. Dimana masa itu tak kan pernah terulang. Dimana masa itulah masa yang paling efektif untuk memupuk karakter. Masa yang melekat. Masa yang paling penting.

Perlu usaha untuk mengetahui ilmu-ilmu itu. Ilmu tumbuh kembang anak. Maka salah satu langkahnya adalah dengan ikut institut ibu profesional ini. Apapun ikhtiar lainnya adalah, membaca buku atau informasi seputar tumbuh kembang anak, ikut seminar atau pelatihan menjadi orang tua yang baik dan lainnya. Semoga Allah ridhoi semuanya.

Berkaitan dengan menuntut ilmu, sikap rendah hati adalah bagian penting. Kosongkan gelas agar banyak yang bisa ditampung. Tak sombong. Tak ada yang bisa disombongkan atas sedikit ilmu yang dititipkan. Juga luruskan niat untuk berbagi. Ya, berbagi yang telah sedikit kita tau itu.

Rabu, 26 April 2017

I RESIGN

0

Cuma bertahan kurang dr 1,5 bulan pasca cuti melahirkan. Yah, semua memang pilihan.

Yang sejalan sama aku pasti tau jg gimana ujian ngadepin omongan orang lain. Dari yg suam suam kuku sampe yg panaass kayak air mendidih 😂

buang buang duit aja kuliah klo akhirnya jd IRT! *padahal mah bayarin kuliah jg engga tuh orang. hihii.. *

cari kerjaan tuh susah. malah mau keluar!

bener mau resign? emang gak mau punya rumah? nanti susu dan sekolah faidhan gmn?

sekarang tuh apa apa mahal. kerja berdua aja masih kurang apalagi sendiri!

daaann.. you know lah.. bisa kali dilanjutin sendiri..

tapi, da aku mah apa atuh. cuma wanita yg mutusin nikah muda krn gak mau buang buang waktu, tenaga, hati, pikiran, dll buat pacaran, galau, atau apalah apalah.. trus punya anak diusia beliaa. yagitu belia? wkwkw.. jadi kitamah yah diem ajah. Mangga yg mau ngomong apa ajah. Terserah.. Kayaknya udh lumayan kebal 😂

Yah, sarjana yg mutusin jd pengangguran ini gak punya ilmu, blm ada pengalaman kayak emak emak terdahulu, blm ngerasain gmn punya anak dua atau tiga dan sdh sekolah. Jadi, aku memilih diam dan berdoa semoga Allah ridha dg keputusan ini. Bukankah itu yg diburu semua manusia?

#latepost #workingmomgakjadi #fulltimemomajah #dirumahajah #jadiemakemak #emakbaru #emaknewbie #IRT #proundtobeirt #irtmuda #irtberdaya

Senin, 17 April 2017

Ibu perlu ilmu

0

Ibu. Sejak dulu kata itu sakral buatku. Sejak aku kecil. Pun sampai saat ini. Saat sudah menjadi Ibu.

Ibu buatku adalah malaikat didunia. Bahakan Nabi pun mendahului Ibu sampai 3 kali ketika ditanya oleh seseorang.

Untuknya, ibu bukanlah orang sembarang. Karena banyaknya hal yang dipikul dipundaknya, ia butuh ilmu.

Sebagai ibu baru, Allah tunjukan jalan untuk mengetahui ibu ibu terdahulu yang banyak ilmu, banyak pengalaman dan banyak cerita.

Salah satunya adalah mengenal Ibu Profesional kepunyaan Ibu Septi Peni Wulandani. Ya, tak perlu lah panjang lebar menjelaskan sosoknya. Karena sudah banyak tulisan tentangnya.

Semoga ikhtiar ini berbuah ilmu nan berkah. Barakallah fiik

Selasa, 05 April 2016

Seeblum Kita Terbenam

0


Sebelum kita terbenam dalam tanah, kita menjalani banyak garis dalam hidup. Senang, sedih, bahagia, kecewa, cinta, jatuh, riang, sepi, dan lainnya. Semuanya menjadi lembar-lembar buku yang akan kita pertanggungjawabkan setelah tiadanya kita.

Langkah kaki kita belum terhenti sekarang. Masih ada jalan yang harus kita pilih. Masih ada jalan yang harus kita lalui. Semua perjalan itu akan menajadi memori yang akan bisa dikenang. Tentunya, tergantung jalan apa yang kita pilih. Jika kita memilih untuk menekuri jalan yang salah, maka penyesalan yang akan terkenang. Tapi tak apa. Semua orang bisa bersalah. Lebih baik jika setelah penyesalan itu kita dapati banyak arus pembelajaran. Bukankah pembelajaran dari pengalaman kita sendirilah guru yang paling baik?


Hidup ini banyak biliknya. Ia memintamu menjadi sebaik-baik peran. Maka cukuplah saja menjadi sebaik-baiknya kita dalam keluarga, rekan kerja juga persahabatan.

Senin, 01 Februari 2016

Doa mu

0

Senja itu, sambil melihatmu,

"Dulu sehabis solat, aku sering berdoa, supaya kita gak berjodoh
Semoga kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik
Dan aku juga bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik"

Kamu berujar "berarti doaku yang lebih dikabulkan"

Aku diam. Menyesal pernah meminta seperti itu.

Aku pernah membaca sebuat quote, mungkin kita tidak akan bersama orang yang kita sebut namanya dalam doa.
Tapi bersama yang nama kita disebut dalam doanya.

Terimakasih Allah, telah memberikan laki-laki soleh untuk ku

Aku mencintaimu.